Integrasi Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pendekatan Deep Learning di PAUD Generasi Unggul
Keywords:
Pembelajaran Anak Usia Dini, Kearifan Lokal, Deep LearningAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan pembelajaran anak usia dini yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian aspek perkembangan, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter dan identitas anak. Di sisi lain, pemanfaatan kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD masih belum optimal, padahal masyarakat Mbojo di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima memiliki potensi budaya yang kaya dan relevan sebagai sumber belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data terdiri atas kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, serta dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran berbasis kearifan lokal dilakukan melalui pemanfaatan bahasa Mbojo, permainan tradisional, budaya gotong royong, aktivitas pertanian, kesenian daerah, makanan khas, serta berbagai aktivitas sosial masyarakat sebagai sumber belajar. Penelitian ini menghasilkan model integrasi pembelajaran yang terdiri atas tujuh tahapan, yaitu identifikasi kearifan lokal, perencanaan pembelajaran, eksplorasi pengalaman nyata, interaksi dan kolaborasi, refleksi pembelajaran, internalisasi nilai budaya, dan evaluasi perkembangan anak. Model tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta mendukung penguatan karakter dan kecintaan anak terhadap budaya lokal
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hamka Ilmu Pendidikan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



